Pasar Modal

Pasar modal

Pasar modal sering diartikan sama dengan pasar uang padahal kedua pasar tersebut berbeda. Telah kita ketahui bahwa dalam pasar uang diperjualbelikan dana-dana dan surat-surat berharga untuk jangka waktu jatuh tempo kurang dari satu tahun. Sementara itu, pada pasar modal diperjualbelikan dana-dana jangka panjang, antara lain : saham, obligasi, dan surat-surat berharga lainnya untuk jangka waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun. Selain itu pasar modal juga memiliki tempat tertentu yang jelas. Di Indonesia, terdapat dua pasar modal, bursa efek Jakarta (BEJ) dan bursa efek Surabaya (BES). Hal ini berbeda dengan pasar uang yang tidak memiliki tempat transaksi khusus dan dilakukan melalui alat telekomunikasi atau yang biasa disebut Over The Counter (OTC).

Pada pasar modal, pihak yang menawarkan dana jangka panjang (Obligasi), surat tanda penyertaan modal (Saham), bertemu dengan pihak yang memerlukan dana jangka panjang. Surat-surat berharga pada pasar modal seringkali disebut dengan istilah efek. Itulah mengapa orang seringkali menyebut pasar modal sebagai bursa efek. Padahal bursa efek hanyalah satu lembaga yang terdapat di pasar modal.

Berbagai jenis surat-surat berharga (efek) diperjualbelikan di pasar modal. Surat-surat beharga ini antara lain saham dan obligasi. Saham (stock) merupakan surat bukti bagian modal pada suatu perseroan terbatas. Pada transaksi jual beli, saham juga sering disebut share. Jdi, bila seseorang membeli saham, maka ia ikut memiliki perusahaan tersebut. Jika perusahaan tersebut memperoleh keuntungan maka pemiliknya mendapat dividen, sebaliknya perusahaan merugi, pemiliknya tidak memperoleh dividend an biasanya nilai sahamnya juga akan menurun.

Berbeda dengan saham, obligasi (bond) adalah bukti utang dari emiten yang dijaminoleh penanggung yang mengandung janji pembanyaran bunga atau janji lainnya serta pelunasan pokok pinjaman yang dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Emiten menerbitkan obligasi untuk mendapatkan dana yang cukup besar bagi pengembangqan usahanya. Sementara itu, investor akan mendapat keuntungan dari obligasinya berupa bunga atau yang biasa disebut kupon ( coupon ).

Perdagangan efek dibursa hanya dapat dilaksanakan oleh anggota bursa melalui wakil perantara pedagang efek, atau sering pula dikenal sebagai pialang (broker). Bank, lembaga keungan bukan bank (LKBB), perusahaan asuransi, atau perorangan tidak dapat langsung menjual atau membeli efek di bursa. Bila mereka mau bertransaksi di pasar modal, mereka harus menggunakn jasa dari pertusahaan efek.bank hanya dapat menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi dan perantara pedagang efek.perusahaan efek harus dibentuk tersendiri dan harus memenuhi persyaratan modal yang telah ditetapkan.

Badan Pembina dan Pelaksana pasar modal

Kehidupan pasar modal di Indonesia sudah dimulai pada tahun 1912 ketika pemerintah hindia belanda mendirikan bursa efek di Jakarta. Pada saat itu yang diperdagangkan adalah saham dan obligasi perusahaan milik belanda di Indonesia. Saat ini, selain bursa efek Jakarta (BEJ), telah berdiri pula bursa efek Surabaya (BES) , dimana lebih memfokuskan pada perdagangan obligasi. Kegiatan pasr modal di Indonesia semakin berkembang dengan keberadaan badan Pembina dan pelaksana pasar modal.

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (disingkat Bapepam-LK) adalah sebuah lembaga di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang bertugas membina, mengatur, dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan.

Bapepam-LK merupakan penggabungan dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan.

Fungsi

Fungsi Bapepam-LK adalah:

  • Penyusunan dan penegakan peraturan di bidang pasar modal primer dan sekunder
  • Penegakan peraturan di bidang pasar modal;
  • Pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha, persetujuan, pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal;
  • Penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik;
  • Penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek, Kliring dan Penjaminan, dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian;
  • Penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal;
  • Penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan;
  • Pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
  • Perumusan standar, norma, pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan;
  • Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan;
  • Pelaksanaan tata usaha Badan.

Struktur organisasi

Bapepam dan Lembaga Keuangan terdiri dari 1 Ketua Badan dan membawahi 1 Sekretariat dan 12 Biro Teknis, dimana lingkup pembinaan dan pengawasan meliputi aspek pasar modal, dana pensiun, perasuransian, perbankan dan usaha jasa pembiayaan serta modal ventura.

Biro teknis Bapepam-LK terdiri atas:

  • Biro Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum
  • Biro Riset dan Teknologi Informasi
  • Biro Pemeriksaan dan Penyidikan
  • Biro Pengelolaan Investasi
  • Biro Transaksi dan Lembaga Efek
  • Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa
  • Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil
  • Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan
  • Biro Perbankan, Pembiayaan, dan Penjaminan
  • Biro Perasuransian
  • Biro Dana Pensiun
  • Biro Kepatuhan Internal

Pelaku dan Lembaga Penunjang Pasar Modal

Kegiatan pasar modal terlibat juga para pelaku dan penunjang. Salah satu pelaku itu melakukan penawaran efek atau surat berharga untuk diperjualbelikan atau disebut juga sebagai emiten. Emiten dapat kita rincikan sebagai berikut :

1.Perusahaan Efek. Supaya dapat menjalankan satu atau beberapa kegiatan sebagai        penjamimn emisi efek , perantara pedagang efek dan manajer investasi atau penasehat investasi, perusahaan efek harus telah memperoleh izin usaha dari bapepam.

2.Reksa Dana. Tujuan dari reksa dana adalah untuk memberikan kesempatan bagi pemodal kecil atau perorangan untuk ikut serta dalam meramaikan pasar modal. Perusahaan – perusahaan dengan izin khusus dari bapepam  diperbolehkan menerbitkan reksa dana. Perusahaan ini bertindak sebagai pengepul dan pengelola investasi dari para pemodal kecil tersebut.

Selain pelaku pasar modal , juga terdapat lembaga-lembaga penunjang pasar modal sebagai berikut :

1.Biro Administrasi Efek (BAE). Lembaga ini secara teratur menyediakan jasa melaksanakan pembukuan, transfer dan pencatatan pembayaran dividen berdasarkan kontrak dengan emiten

2.Kustodian. lembaga ini memberikan jasa penitipan efek, surat berharga , dan harta berharga lainya.

3.Wali Amanat (Trust Agent). Lembaga ini diberikan kepercayaan untuk mewakili kepentingan seluruh pedagang obligasi atau sekuritas kredit. Peranan ini dipegang oleh bank.

4.Pemeringkat Efek. Tugas lembaga ini adalah melaksanakn penilaian tehadap nilai saham atau obligasi yang beredar sehingga dihasilkan peringkat-peringkat agar investor mengetahui resikonya . di Indonesia ada dua perusahaan pemeringkat , PT. Perfindo dan PT. Kasnic Duff & Phelps Credit Rating Indonesia.

Leave a Comment

Pendapat Tentang Memanage Waktu Kuliah , Praktikum dan Organisasi

Pola kehidupan manusia memang berbeda-beda karena pada dasarnya setiap individu memiliki pekerjaan dan tingkat kesibukan yang berbeda di setiap bidangnya masing-masing. Khususnya di Jakarta, tingkat kesibukan seseorang sangatlah padat karena begitu banyaknya para pekerja dan banyaknya jenis pekerjaan, baik dari bidang pemerintahan, politik, pertahanan, maupun pendidikan dan sosial. Contohnya, yaitu mungkin mereka yang bekerja sebagai businessman, mereka yang bekerja sebagai PNS, pegawai, buruh, mahasiswa/i dan siswa sekalipun.
Pola kehidupan para mahasiswa saya fikir sangatlah padat. Di dalam dunia perkuliahan, kita tidak akan lepas dari tugas-tugas dan praktek-praktek yang harus di selesaikan dan berbagai macam organisasi yang ada di dalamnya yang dapat kita ikuti. Tugas, jika kita membicarakan yang namanya tugas, kita tidak dapat mengelaknya dan harus segera di selesaikan. Jadi, jika anda mendapat tugas dari dosen segeralah mengerjakannya dan jangan di tunda-tuinda. Lalu Praktek, biasanya praktek memiliki jadwal tersendiri, namun jika anda memiliki jam-jam kosong pada saat perkuliahan saya fikir tidak masalah jika anda menggunakan jam kosong tersebut untuk praktek atau sekedar latihan agar pada saat ujian praktek nantinya kita tidak mengalami kesulitan. Lalu kemudian Organisasi, mengikuti sebuah organisasi memang sangat bagus dan banyak manfaatnya. Kita dapat mengembangkan diri kita dan belajar bersosialisasi serta mendidik kita menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggunag jawab. Jadi, tidak ada salahnya jika sesudah selesai perkuliahan kita mengikuti sebuah organisasi di kampus.
Pada dasarnya menjadi seorang mahasiswa tidaklah mudah, kegiatan yang dilakukan sangat padat, begitu banyak tugas-tugas & praktek-praktek yang harus di selesaikan, belum lagi jika kita mengikuti sebuah organisasi di kampus terlebih lagi bagi mereka yang juga bekerja .Dengan keadaan tersebut, tentunya sangatlah penting bagi mahasiswa memiliki manajemen yang baik agar kesemuanya dapat berjalan dengan baik. Di dalam memanage, hal pertama yang di perlukan adalah memiliki sifat disipilin, ia akan menghargai waku, tidak mengulur-ulurnya dan pasti akan menempatkan segala sesuatunya di posisi yang baik. Lalu agar semuanya tidak berantakan di perlukan jadwal kegiatan, dengan begitu kita akan mengetahui apa yang harus di perbuat dan tidak melakukan pekerjaan yang sia-sia. Lalu kemudian di perlukan sifat ulet dan cekatan khususnya untuk mengerjakan tugas-tugas & praktek-praktek yang di berikan dosen, kedua sifat ini sangatt penting agar semua tugas dapat terselesaikan dengan cepat dan tepat pada waktunya dan yang terakhir seorang mahasiswa harus smart, inisiatif, proaktif, kreatif dam mampu bersosialisasi. Hal ini penting bagi kita yang mengikuti sebuah organisasi khususnya.
Di dalam kehidupan kita pasti tidak lepas dari sebuah kompetisi, itu pasti. Jadi, seorang mahasiswa harus memiliki sifat-sifat di atas dan mampu memanage semua kegiatannya dengan baik agar mampu bersaing dengan mahasiswa yang lainnya dan menjadi yang terdepan dan dapat di banggakan yang tentunya di mulai dari belajar, berusaha , dan berdoa .

Leave a Comment

Menunggu

Menunggu

Di malam yang dingin, ku menunggu seorang

Aku menunggu dan terus menunggu …….

 

Hujan pun turun kuterus menunggu

Badai pun datang ku masih tetap menunggu

Angi topan pun menyusul menerpa ku tetap setia menunggu

Geluduk-geluduk menggelegar tak mengurungkan niatku

Hingga tsunami tiba akhirnya ku pulang juga………….

Leave a Comment

Sendiri

Kala ku sedih, tak ada yang menghibur

Kala ku senang, tak ada yang tersenyum

Hidup ini terasa hampa, sunyi dan sepi

Tak ada seorang pun yang dating menghampiriku

 

Ku sendiri………. Tak ada yang menemani

Ku sendiri………. Tmenerima takdirku

 

Kala ku menangis, tak ada yang menghibur

Kala ku tertawa, tak ada yang tersenyum

Hidup ini terasa hampa, sunyi dan sepi

Tak ada seorangpun yang datang menghampiriku

 

Ku sendiri….kusendiri….

Sekarang ku sendiri menahan semua tanpa cinta dan kasih sayang

 

Leave a Comment

Sahabat

Sahabat itu seperti bintang dilangit

Walau jauh dia tetap bercahaya

Meski kadang menghilang dia tetap ada

Tak mungkin dimiliki tapi tak bisa dilupakan

Sahabat sejati takkan pernah kulupakan

Sahabat sejati selalu ada dihati

Sahabat itu seperti bulan purnama

Yang bersinar selalu menerangi bumi

Membuat kita merasa tenang dan

Selalu ingin bersamanya . . . . . . . . .

makanya Jangan sia-siakan sahabat kita ya!!!!

Leave a Comment

Percaya Ga Percaya Tentang Tubuh Anda

Seorang berukuran normal melepaskan sekitar 600.000 partikel kulit stiap jamnya. Pada usia 70 ia kehilangan 50 kg kulit atau sekitar 2/3 berat tubuhnya

 

Orang kehilangan 45 helai rambutnya setiap hari, malah pada beberapa orang60 helai. Sepanjang hidupnya orang bisa kehilangan lebih dari 1,5 juta rambut, walau kemudian tumbuh lagi

 

Sel darah merah yang masa hidupnya sekitar empat bulan , menempuh perjalanan sejauh sekitar 1.600 km.

 

Bila metabolisme otak diubah menjadi energi, mka energi itu setara dengan yang dikeluarkan bola lampu 20 watt.

 

Tenggorokan adalah salah satu jalan yang paling sibuk dalam tubuh karena melalui mulut , lalu turun ke tenggorokan.

 

Pada saat ini juga , diotak anda setiap detiknya berlangsung 100.000 reaksi kimia yang berlainan.

 

Bila semua orang di dunia , sekarang ini 4,6 milyar berbicara serentak maka energi akustik total akan menyamai energi yang di hasilkan oleh satu pembangkit tenaga listrik kecil.

 

Diperlukan tempo seperlima ratus detik otak mengenali suatu benda setelah cahaya dari benda itu masuk kemata untuk pertama kalinya.

 

Jantung setiap harinya menghabiskan energi yang besarnya cukup untuk mengankat benda hamper seberat satu ton ketinggian 13 m.

 

Seorang akan meninggal lebih cepat dibandingkan kelaparan , kematian akan terjadi setelah 10 hari tanpa tidur, sementara tanpa makan baru beberapa pekan.

 

 

Sumber : baca buku

Leave a Comment

Wigi Febrianto

Wigi Febrianto adalah seorang ank laki-laki yang lahir di Jakarta pada tanngal 15 februari 1992,hari sabtu wage jam 7 pagi.

Wigi lahir dari pasangan yang harmonis yaitu Mr.Sarbini dan Mrs.maryati setyawati. Wigi lahir bukan pada waktunya,dya lahir pada kandugannya baru tujuh bulan yang bisa disebut prematur.

Wigi pada umur 4 tahun sudah mengikuti pendidikan islam yaitu mengaji di Darussalam TPA, dan pada umur 5 tahun 3 bulan dia  sudah masuk sekolah dasar 04 petang di Ceger Jakarta timur terus dia melanjutkan pendidikan smp di SMP 222 yang terletak di Ceger Jakarta timur lalu melanjutkan pendidikan SMA di 64 yang terletak di cipayung, Jakarta timur . setelah lulus sma dia melanjutkan pendidikan ke Universitas Gunadarma mengambil jurusan Manajemen Informatika.

Wigi ini sangat menyukai permainan sepak bola, futsal, basket dll. Dya juga senang menghibur teman-temannya walaupun dia pun kadang-kadang menyebalkan.

Wigi mempunyai problem dalam percintaan yaitu tentang mengatakan cinta, dya ini sulit dalam menyatakan perasaannya terhadap wanita…

Inilah profil singkat dari wigi febrianto……………………..

Leave a Comment

PENYUSUNAN PERSONALIA

PENYUSUNAN PERSONALIA ORGANISASI

Penyusunan personalia adalah fungsi manajemen yang berkenaan dengan penarikan, penetapan, pemberitahuan latihan, dan pengembangan anggota-anggota organisasi. Dalam bab ini akan dibahas bagaimana organisasi menentukan kebutuhan sumber daya manusia sekarang dan di waktu yang akan datang.
Kegiatan-kegiatan penyusunan personalia sangat erat hubungannya dengan tugas-tugas kepemimpinan, motivasi, dan komunikasi, sehingga pembahasannya sering ditempatkan sebagai bagian dari fungsi pengarahan. Tetapi fungsi ini berhubungan ert dengan fungsi pengorganisasian, dimana pengorganisasian mempersiapkan ” kendaraan ”-nya dan peyusunan personalia mengisi ” pengemudi ”-nya yang sesuai gengan posisi kerja yang ada. Akhirnya, fungsi penyusunan personalia harus dilaksanakan oleh semua manajer, baik mereka mengolah perusahan besar ataupun menjadi pemilik perusahan kecil.

PROSES PENYUSUNAN PERSONALIA
Proses penyusunan personalia (staffing process) dapan dipandang sebagai serangkaian kegiatan yang dilaksanakan terus menerus untuk menjaga pemenuhan kebutuhan personalia organisasi dengan orang-orang yang tepat dalam posisi-posisi tepat dan pada waktu yang tepat. Fungsi ini dilaksanakan dalam dua tipe lingkungan yang berbeda. Pertama, lingkungan eksternal yang meliputi seluruh faktor di luar organisasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhinya. Kedua lingkungan internal, yang terdiri dari unsur-unsur di dalam organisasi.
Langkah-langkah proses ini mencakup:
1. perencanaan sumber daya manusia, yang dirancang untuk menjamin keajegan dan pemenuhan kebutuhan personalia organisasi.
2. Penarikan, yang berhubungan dengan pengadaan calon-calon personalia segaris dengan rencana sumber daya manusia.
3. Seleksi, mencakup penilaian dan pemilihan di antara calon-calon personalia.
4. Pengenalan dan orientasi, yang dirancang untuk membantu individu-individu yang          terpilih menyesuaikan diri dengan lancar dalam organisasi.
5. Latihan dan pengembangan

Perencanaan Sumber Daya manusia

Perencanaan adalah suatu proses untuk penentuan rencana atau program
kegiatan. Definisi klasik menyatakan bahwa perencanaan pada dasarnya merupakan pengambilan keputusan sekarang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan.

1. Analisa Jabatan
Analisa jabatan memberikan analisis tentang setiap jabatan sehingga akan memberikan gambaran tentang syarat-syarat yang diperlukan oleh karyawan untuk memangku setiap jabatan serta dapat dipakai sebagai landasan atau pedoman untuk penerimaan dan penempatan karyawan serta penentuan jumlah karyawan yang dibutuhkan. Analisa jabatan terdiri dari dua hal pokok, yaitu:
a. Uraian Jabatan (job description)
Merupakan penjelasan tentang suatu jabatan, tugas-tugasnya, kewajibannya, wewenangnya dan sebagainya.
b. Syarat-syarat jabatan (job specification)
Merupakan informasi tentang persyaratan yang diperlukan bagi setiap karyawan agar dapat memangku suatu jabatan dengan baik.
Selain itu, dapat dipakai sebagai landasan kegiatan-kegiatan lain dalam bidang manajemen personalia, antara lain;
- Pelaksanaan mutasi
- Pelaksanaan promosi
- Pemberian pelatihan
- Penetapan kompensasi
- Pemenuhan syarat-syarat lingkungan kerja
- Pemenuhan kebutuhan peralatan.

2. Sumber-sumber dan Cara Mendapatkan Tenaga Kerja
Untuk dapat memperoleh karyawan yang tepat, baik secara kualitas maupun secara kuantitas, diperlukan pengetahuan yang baik tentang sumber-sumber tenaga kerja. Bagi perusahaan atau instansi yang sudah berjalan, bila ada lowongan pekerjaan mendapatkan karyawan/personalia dari sumber intern. Kebaikan dan memanfaatnya dapat meningkatkan loyalitas, menimbulkan persaingan sehat, serta dapat meningkatkan efisiensi. Namun kelemahannya, kemungkinan terjadinya promosi dan mutasi yang dipaksakan dan menghambat masuknya ide-ide baru.
Cara lain adalah mendapatkan karyawan dari luar, yaitu Penarikan pegawai dari lembaga pendidikan dilakukan bila perusahaan/instansi hanya memerlukan latar belakang pendidikan tertentu tanpa mempedulikan pengalaman kerja.
Bila dipandang perlu, dapat mengambil langsung dari sumber tenaga kerja meskipun mungkin kurang praktis dan memerlukan biaya yang sangat besar. Sumber tenaga kerja sifatnya tersebar, advertensi mungkin akan dapat mencapai sasaran.

3. Seleksi Pegawai
Seleksi adalah kegiatan suatu perusahaan/instansi untuk memilih pegawai yang paling tepat dan dalam jumlah yang tepat pula dari calon yang dapat ditariknya. Sebenarnya, antara analisis jabatan dan seleksi adalah dua hal yang saling tergantung, sebab metode seleksi yang tepat harus ditunjang oleh analisis jabatan yang tepat, demikian pula sebaliknya.
Agar mencapai sasaran dan secara ekonomis dapat dipertanggung jawabkan, metode seleksi yang digunakan harus dipilihkan yang paling efektif dan efisien. Untuk dapat menjaga objektivitas, sedapat mungkin seleksi tersebut didasarkan pada angka-angka. Agar seleksi tidak mengalami kesulitan, sebaiknya selalu memperhatikan peraturan dan ketentuan pemerintahan yang telah ada. Dan agar mencapai sasaran, petugas seleksi yang jujur dan objektif merupakan syarat mutlak. Selain itu, keahlian petugas seleksi tidak boleh diabaikan sama sekali sebab petugas seleksi inilah yang akan mengambil keputusaan diterima tidaknya karyawan. Dalam seleksi diharapkan kita akan memperoleh orang yang tepat pada tempat yang tepat. Meskipun demikian, pengertian orang yang tepat pada tempat yang tepat haruslah diartikan secara dinamis.
Hal yang harus diseleksi sebenarnya tidak sama antara suatu perusahaan atau instansi dengan perusahaan atau instansi lain. Meskipun demikian, hal-hal yang sering kali diseleksi yaitu: Umur, Jenis Kelamin, Keahlian, Pengalaman, Pendidikan, Kerjasama, Tanggung jawab, Interest Bakat, dan sebagainya. Untuk mengadakan seleksi dapat menggunakan suatu metode seleksi atau kombinasi dari beberapa metode seleksi, yang menurut perhitungan kita paling efektif dan efisien. Metode seleksi tersebut antara lain, surat lamaran, penelitian, test praktek, test psikologi dan sebagainya. Selain itu, sebenarnya ada beberapa metode seleksi yang belum umum dipakai serta masih perlu diuji kebenarannya. Metode-metode tersebut antara lain adalah ilmu baca tulisan, ilmu rajah dan sebagainya.
Bila memungkinkan, dalam melaksanakan seleksi harus dilandasi dengan partisipasi. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikutsertakan orang yang akan menerima karyawan. Karena bagaimanapun usaha kita untuk mengadakan seleksi masih ada kemungkianan terjadi kekeliruan, perlu adanya masa percobaan untuk mengurangi resiko yang mungkin timbul.

4. Pelatihan Pegawai
Pelatihan atau training adalah suatu kegiatan dari perusahaan atau instansi yang maksudnya agar bisa memperbaiki dan mengembangkan sikap, tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan dari para pegawainya, sesuai dengan keinginan dari perusahaan/instansi yang bersangkutan.
Melaksanakan pelatihan dari pegawai memerlukan pengorbanan yang tidak kecil, namun hasil yang diperoleh tentu jauh lebih besar daripada pengorbanan tersebut. Dalam pelatihan tersebut ada beberapa sasaran utama yang ingin dicapai, yang karenanya memungkinkan sasaran lain akan dapat dicapai pula. Adapun keuntungan yang bisa diperoleh setelah sasaran dicapai yaitu sebagai berikut: pengurangan pengawasan, peningkatan rasa harga diri, peningkatan kerja sama antara pegawai dan sebagainya. Selain keuntungan yang dapat diperoleh dengan dilaksanakannya pelatihan perlu diketahui efek samping yang mungkin timbul, antara lain; hilangnya sebagian waktu yang produktif, biaya yang terlalu tinggi dan sebagainya.
Dalam usaha melakukan pelatihan ada dua cara, yaitu melaksanakan sebelum penempatan dan/atau sesudah penempatan. Dalam pelaksanaan pelatihan tidak ada ketentuan secara mutlak mana yang lebih baik antara melaksanakan pelatihan sendiri atau menyerahkannya kepada pihak ketiga. Semua itu tergantung kepada situasi, kondisi serta tujuan masing-masing.
Dalam memilih peserta pelatihan hendaknya didasarkan pada kondisi dari pegawainya. Dan dalam proses pelatihan, suatu metode yang tepat misalnya akan percuma jika instrukturnya tidak menyampaikan pelajaran-pelajaran dengan baik kepada mereka yang diajar. Oleh karena itu, dalam penyelenggaraan pelatihan kita harus berhati-hati memilih instruktur.

5. Pemberian Kompensasi
Tujuan administrasi kompensasi :
1. Memperoleh personalia yang qualified
2. Mempertahankan para karyawan yang ada sekarang
3. Menjamin keadilan
4. Menghargai perilaku yang diinginkan
5. Mengendalikan biaya
6. Memenuhi peraturan
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan kompensasi :
1. Suplai dan permintaan tenaga kerja
2. Serikat karyawan
3. Produktivitas
4. Kesediaan untuk membayar
5. Kemampuan untuk membayar
6. Kebijaksanaan pengupahan dan penggajian
7. Kendala-kendala pemerintah

Sistem penentuan kompensasi melalui evaluasi pekerjaan :
Metode Non Kuantitatip :
1. Job ranking : pekerjaan atau jabatan dalam sebuah perusahaan dibuat urutan peringkatnya.
2. Job grading : grade atau tingkat dibuat berdasarkan deskripsi standar
Metoda Kuantitatip :
1. Metode perbandingan faktor
2. Point system

Langkah-langkah metode pembandingan faktor :
Langkah 1 : Memilih dan menentukan faktor-faktor pekerjaan kritis
Langkah 2 : Memilih dan menentukan pekerjaan-pekerjaan kunci
Langkah 3 : Membagi tingkat gaji/upah sekarang untuk pekerjaan-pekerjaan kunci
Langkah 4 : Menyusun bagan pembandingan factor
Langkah 5 : Mengevaluasi pekerjaan-pekerjaan lain
Langkah-langkah metode point system :
Langkah 1 : Memilih dan menentukan faktor-faktor kritis
Langkah 2 : Menentukan tingkatan-tingkatan berbagai factor
Langkah 3 : Mengalokasikan points pada subfaktor-subfaktor
Langkah 4 : Mengalokasikan points pada semua tingkatan
Langkah 5 : Menyusun manual penilaian
Langkah 6 : Menerapkan point system
Sistem insentip finansial :
Sistem insentip individual

Insentip karyawan operasional :
1. Unit output/ jumlah yang dihasilkan
2. Bonus waktu

Insentip untuk tenaga-tenaga manajerial:
1. Bonus dalam bentuk kas (cas bonuses) yang diberikan atas dasar laba atau evaluasi prestasi kerja individual.
2. Stock Options, yaitu hak untuk membeli saham perusahaan pada harga tertentu selama jangka waktu (periode) tertentu di waktu yang akan datang.
3. Stock appreciation rights, adalah sama seperti stock options, tetapi manajer dapat melepaskan hak untuk membeli saham dan mengambil bonus kas sebesar nilai saham dalam rentang waktu tertentu.
4.Phantom stock plans, di mana manajer tidak benar-benar mendapatkan saham, tetapi hanya dicatat pada rekening pemilikan saham perusahaan pada harga pasar.
5. Sasaran-sasaran prestasi kerja dapat ditetapkan untuk eksekutip dan bonus dialokasikan menurut derajat prestasi.
Contoh, bila penghasilan perusahaan naik rata-rata 10% selama periode 5 tahun, seorang manajer bisa menerima 500 lembar saham atau ekuivalennya dalam bentuk kas. Untuk kenaikan rata-rata 9%, bonus mungkin sebesar 400 lembar saham, dan seterusnya.

Sistem insentip kelompok :
1. Unit output kelompok
2. Pembagian produksi
3. Pembagian laba
4. Pemilikan saham
Manfaat kompensasi pelengkap (fringe benefit) :
1. Rekrutmen lebih efektip
2. Peningkatan semangat kerja dan kesetiaan
3. Penurunan keluarnya karyawan dan absensi
4. Pengurangan kelelahan
5. Pengurangan pengaruh serikat karyawan
6. Hubungan masyarakat yang lebih baik
7. Pemuasan kebutuhan-kebutuhan karyawan
8. Meminimasi biaya kerja lembur
9. Pengurangan ancaman intervensi pemerintah
Faktor yang perlu diperhatikan :
1. Program benefit karyawan hendaknya memuaskan kebutuhan nyata
2. Benefits hendaknya sesuai dengan kegiatan-kegiatan di mana pendekatan kelompok lebih efisien daripada perseorangan
3. Benefits hendaknya disusun atas dasar cakupan kegunaan seluas mungkin
4. Ada program komunikasi yang terencana baik dan mempunyai jangkauan luas, agar program pelayana karyawan bermanfaat bagi perusahaan
5. Biaya-biaya program benefit hendaknya dapat dihitung dan dikelola dengan kebijaksanaan pembelanjaan yang baik
Time-off Benefits :
1. Istirahat On- The- Job
2. Waktu sakit
3. Liburan dan cuti
4. Alasan-alasan lain
Program pelayanan karyawan :
1. Program rekreasi
2. Cafetaria
3. Perumahan
4. Bea siswa pendidikan
5. Fasilitas pembelian
6. Konseling finansial Dan legal
7. Pelayanan lain

Leave a Comment

Noun Clauses

Noun Clauses

Noun clause adalah clause (i.e. subject dan verb) yang difungsikan sebagai noun. Noun clause dalam kalimat pada umumnya digunakan sebagai subject dan object kalimat.

Noun clause dapat diawali oleh diawali oleh:

  • Question word atau relative pronoun baik berupa single question word maupun phrase:
    • Single question word (i.e. when, how, what, ect.).
    • Question word + (determiner/ noun/ adjective / adverb).
    • Question word + infinitive.
  • Conjunction (i.e. whether dan if).
  • That atau the fact that.

Sehingga pola dari noun clause adalah:

Question word/conjunction/that + subject + verb + …

A. Noun Clauses diawali dengan Question words

Dalam How to Address Questions sudah dibahas tentang penggunaan kata tanya baik dalam membuat information questions maupun dalam membuat embedded questions.  Embedded questions tersebut adalah noun clause. Dalam section ini diberikan contoh tambahan untuk merefresh memori anda.

1. Single question words.

Contoh:

  1. Where she is now is still unknown.
  2. When they arrive is still uncertain.
  3. I know what you did last summer and I still know what you did last summer are two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt. Perhatikan: dalam kalimat ini, noun clause what you did last summer menjadi object dari I know dan I still know, dan setelah digabung dengan: are two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt, menjadi subject majemuk dari kalimat.

Noun clause dapat ditempatkan diawal kalimat (sebagai subject) atau sebagai object. Jika anda ingin merubah posisi noun clause dari subject kalimat menjadi object kalimat, biasanya dibutuhkan pronoun it atau sedikit modifikasi kata. Contoh di atas menjadi:

  1. It is still unknown where she is now.
  2. Do you know when they arrive?
  3. Two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt are I know what you did last summer and I still know what you did last summer. Karena merupakan judul movies, noun clause what you did last summer tidak perlu diputar posisinya.

Note:

a) Clause yang diawali oleh question words tertentu (i.e. when, whenever, where) juga dapat berfungsi sebagai adverbial clause.

Contoh:

  1. I was reading a book when the phone rang.
  2. I went to where I and my ex girlfriend had been last weekend.
  3. I suddenly get nausea whenever I see his face. (nausea = mual/mau muntah).

Contoh yang lain dapat dibaca di topik: Conjunctions.

b). Clause yang diawali oleh question words tertentu (i.e. who, whom, whose + noun) juga dapat berfungsi sebagai adjective clause. Dalam hal ini, kata tanya tersebut sebenarnya adalah relative pronoun. Well, jangan terlalu dipusingkan dengan istilah. Yang penting anda mengerti pola/struktur kalimatnya. Tapi, jika anda penasaran, silakan baca topic adjective clauses.

Contoh:

  1. I think you whom Mr. Dodi was looking for. (Saya kira kamu (orang) yang pak Dodi sedang cari-cari tadi).
  2. Mr. Dodi, who is a teacher, was looking for you at school.
  3. Rommy, whose book was stolen last week, just bought another new book yesterday.

Lantas, bagaimana cara membedakan apakah itu noun clause, adverbial clause, atau adjective clause? Jawabannya sederhana. Noun clause dapat digantikan dengan pronoun it, sedangkan adverbial clause dan adjective clause tidak. Noun clause menjawab pertanyaan what dan who/whom; Adverbial clause menjawab pertanyaan when, where, how (termasuk how much, how often, ect), dan why. Adjective clause (i.e. kata sifat yang berbentuk clause) menerangkan noun, dan relative pronounnya (i.e. who, that, ect.) dalam bahasa Indonesia berarti “yang“. Adverbial clauses sudah disinggung pada pembahasan tentang conjunctions. Khusus untuk perbedaan noun clause dan adjective clause dapat dibaca di topik: Perbedaan Noun Clause dan Adjective Clause.

2. Question words + ever/soever

Kecuali how, diakhir question words dapat ditambahkan ever atau soever menjadi whenever = whensoever, whatever= whatsoever, dan seterusnya. Arti ever atau soever di sini sama, yaitu saja/pun, tinggal dikombinasikan dengan kata tanya di depannya. Sedangkan, how+ever menjadi however (i.e. adverb atau juga disebut kata transisi yang berarti namun/walapun demikian) tidak termasuk dalam katagori ini.

Contoh:

  1. We will accept whatever you want us to do. (Kami akan menerima/melakukan apa saja yang kamu ingin kami lakukan).
  2. Whoever can melt her feeling is a very lucky guy. (melt = meluluhkan). Be careful: guy (dibaca gae)= laki-laki, sedangkan gay (dibaca gei) = fag = homo.
  3. She has agreed to wherever the man would bring her. (Dia telah setuju kemanapun pria itu membawanya pergi). Note: in speaking (informal), preposition (dalam hal ini to, etc.) biasanya diletakkan di ujung kalimat. She has agreed wherever the man would bring her to.

3. Question words + nouns

Question words + nouns yang sering digunakan antara lain: what time (jam berapa), what day (hari apa), what time (jam berapa), what kind (jenis apa), what type (tipe apa), whose + nouns (i.e. whose car, whose book, ect.), dan seterusnya.

Contoh:

  1. I can’t remember what day we will take the exam.
  2. As long as I am faithful, she doesn’t care what type of family I come from. (faithful = setia).
  3. Do you know what time it is?
  4. I don’t know whose car is parked in front of my house.

4. Question words + adjectives

Question words + adjectives yang sering digunakan antara lain: how long (berapa panjang/lama), how far (berapa jauh), how old (berapa tua/umur), ect.

Contoh:

  1. Man! She still looks young. Do you know how old she actually is?
  2. I am lost. Could you tell me how far it is from here to the post office?
  3. What a jerk. He didn’t even ask how long I had been waiting for him.

5. Question words + determiners.

Question words + determiners yang sering digunakan adalah: how many (berapa banyak) dan  how much (berapa banyak). Remember: how many diikuti oleh plural nouns, sedangkan how much diikuti oleh uncountable nouns.

Contoh:

  1. Is there any correlation between how good he or she is in English and how many books he or she has?
  2. How much your English skill will improve is determined by how hard you practice.

6. Question words + adverbs.

Question words + adverbs yang sering digunakan adalah: how often (berapa sering), how many times (berapa kali) ect.

Contoh:

  1. No matter how often I practice, my English still sucks. (Tidak memandang berapa kali saya latihan, bahasa Inggris saya masih jelek). Suck (informal verb) = jelek/tidak baik; arti suck yang lain: mengisap.
  2. I don’t want my parents to know how many times I have left school early. (leave school early = bolos).

7. Question words + infinitives.

Jika question words langsung diikuti oleh infinitives, invinitives tersebut mengandung makna should atau can/could. Perhatikan bahwa subject setelah question words dihilangkan.

Contoh:

  1. She didn’t know what to do = She didn’t know what she should do. (Dia tidak tahu apa yang seharusnya dia lakukan).
  2. Please tell me how to get the train station from here = Please tell me how I can get the train station from here.
  3. We haven’t decided when to go to the beach = We haven’t decided when we should go to the beach.
  4. Marry told us where to find her = Marry told us where we could find her.

B. Noun clauses diawali dengan whether/if

Whether bisa diikuti oleh OR/NOT bisa juga tidak; makna kalimat biasanya sama walaupun OR/NOT tidak disebutkan (ini tergantung konteks kalimat). Untuk penggunaan if, selain telah dibahas di topic conjunctions, juga telah dibahas di topic conditionals. Note: whether pelafalannya sama dengan weather (cuaca), tulisannya juga mirip. Be careful, jangan sampai tertukar.

Contoh:

  1. I am not sure whether she is coming or not = I am not sure whether or not she is coming = I am not sure whether she is coming. (Saya tidak yakin apakah dia akan datang atau tidak).
  2. We can’t decide whether we should go out or stay home. = We can’t decide whether to go or (to) stay home. Perhatikan, infinitives juga dapat digunakan setelah whether.
  3. I am not sure whether I should take economics or law after I graduate from high school. (Saya tidak yakin apakah saya harus ngambil Ekonomi atau Hukum setelah lulus SMA nanti).
  4. If you take economics, I will take economics. On the other hand, if you take law, I will take law too.

C. Noun clauses diawali dengan that/the fact that

Di sini that berarti bahwa, sedangkan the fact that berarti fakta bahwa. Sedangkan, that dalam adjective clauses berarti yang.

Contoh:

  1. That she has had a PhD degree at the age of 20 surprises a lot of people = It surprises a lot of people that she has had a PhD degree at the age of 20.
  2. It is the fact that the world is round = the fact that the world is round is well known.
  3. It was obvious that she was very sick = The fact that she was very sick was obvious.
  4. It seems that it is going to rain soon.

Sekarang coba anda latihan buat kalimat dengan menggunakan:

  1. It is + (true, too bad, unfortunate, strange, impossible, unlikely, a well known fact, my belief, etc) + (that/the fact that) + S +V.
  2. It + stative + (that/the fact that) + S +V. Kata-kata yang termasuk stative verbs dapat dilihat pada topik simple present tense.

Noun clause

A noun clause can be used the same way as a noun.[1] It can be a subject, predicate nominative, direct object, appositive, indirect object, or object of the preposition. Some of the words that introduce noun clauses are that, whether, who, why, whom, what, how, when, whoever, where, and whomever. Notice that some of these words also introduce adjective and adverbial clauses. To check whether a clause is a noun clause, try substituting the appropriate pronoun (he, she, it, or they).

Examples:

  • I know who said that. (I know it.)
  • Whoever said it is wrong. (He is wrong.)

Sometimes a noun clause is used without the introductory word.

Example:

  • I know that he is here.
  • I know he is here. (without “that”)

In some cases, use of the introductory word, though grammatically correct, may sound cumbersome in English.

Example:

  • I think that it is pretty. (correct, though excessive)
  • I think it is pretty. (standard usage)

Noun Clause

• Klausa Nomina

S V O
I know his address
( noun phrase )
S V O
I know where he lives
( noun clause )
S V O
S V
I know where he lives

I know where he lives
( noun clause )

• Klause yang di mulai dengan Kata Tanya
The following question words can be used to introduce a noun clause ; when, where, why, how, who, whom what, which, whose .

Information question Noun Clause
Where does he live ? ( a ) I don’t know where he lives.
When did they leave ? ( b ) Do you know when they left ?
What did she say ? ( c ) Please tell me what she said.
Why is Tom absent ? ( d ) I wonder why Tom is absent.

• Klause Nomina Dengan Who, What, Whose + BE

Question Noun Clause
V S S V
Who is that boy ? ( a ) I don’t know that boy is
V S S V
Whose pen is this ? ( b ) I don’t know whose pen this is
S V S V
Who is in the office ? ( c ) I don’t know who is in the office
S V S V
Whose pen is on the desk ? ( d ) I don’t know whose pen is in on the desk

• Klausa Nomina yang si mulai Denagn IF atau WHETHER

Yes / No Question ;
Is Eric at home ?
Does the bus stop here ?
Did Alice go to Chicago ?
Noun Clause ;
I don’t know if Eric is at home.
Do you know if the bus stops here ?
I wonder if Alice went to Chicago.

• Klause Nomina yang di mulai dengan THAT
I think that Mr. Jones is a good teacher.
I hope that you can come to go the game.
Mary realizes that she should study harder .
I dreamed that I was on the top of a mountain.

1. Can you describe the man ?
The policeman asks ….
a. if you could describe the man
b. whether I can describe the man *
c. that you could describe the man
d. that the lady could describe the man
e. to that you can describe the man

2. A : Where did Paul go ?
B : I don’t know ….
a. where Paul go
b. where Paul went *
c. where Paul gone
d. did Paul go
e. Paul went

3. A : Where does he live ?
B : I don’t remember ….
a. where he lives *
b. does he live
c. where he live
d. does he lives
e. he lives

4. Is there a Santa Claus ? The little boy wants to know ….
a. if there are a santa claus
b. if there was a santa claus
c. if there is a santa claus *
d. if there were a santa claus
e. if there has been a santa claus

5. Does the bus stop here ? Do you know …..
a. if the bus is stop
b. if the bus stop here
c. if the bus was stop here
d. if the bus is stoping here
e. if the bus stops here *

Leave a Comment

Windows

Pengertian Windows

Ada 2 pengertian
Yang pertama itu tulisannya “window” atau “windows”, ini berarti layar tempat anda dapat mengetik, membrowse situs, dll.. Jadi misal ketika anda membuka “Internet Explorer” anda membuka “window Internet Explorer”, ciri2 utama “window” di OS MS Windows itu memiliki 3 icon di atas kanan yaitu minimize, maximize or restore, dan close.

Yang kedua itu tulisannya “Windows” kalau anda menulis seperti ini, sudah pasti orang connect ke software Operating System (OS) buatan Microsoft corp..
MS Windows muncul pertama kali pada tahun 1992 dengan nama Windows 3.1. Namun Microsoft sendiri berdiri tahun 1975 yang didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen. 5 tahun setelah didirikan Microsoft mengeluarkan OS pertama bagi IBM bernama MS DOS. Namun MS DOS bukanlah buatan Bill Gates.
MS Windows 3.1 bukanlah OS dengan GUI pertama yang di release.. yang pertama adalah Mac OS. Saat ini, Windows sudah sangat berkembang dan produk terbarunya adalah MS Windows Vista.

Sejarah Windows

Sistem operasi Windows telah berevolusi dari MS-DOS, sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks dan command-line. Windows versi pertama, Windows Graphic Environment 1.0 pertama kali diperkenalkan pada 10 November 1983, tetapi baru keluar pasar pada bulan November tahun 1985 yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer dengan tampilan bergambar. Windows 1.0 merupakan perangkat lunak 16-bit tambahan (bukan merupakan sistem operasi) yang berjalan di atas MS-DOS (dan beberapa varian dari MS-DOS), sehingga ia tidak akan dapat berjalan tanpa adanya sistem operasi DOS. Versi 2.x, versi 3.x juga sama. Beberapa versi terakhir dari Windows (dimulai dari versi 4.0 dan Windows NT 3.1) merupakan sistem operasi mandiri yang tidak lagi bergantung kepada sistem operasi MS-DOS. Microsoft Windows kemudian bisa berkembang dan dapat menguasai penggunaan sistem operasi hingga mencapai 90%.

Dimulai dari DosShell for DOS 6 buatan Microsoft dan inginnya Microsoft bersaing terhadap larisnya penjualan Apple Macintosh yang menggunakan GUI, Microsoft menciptakan Windows 1.0. Nama ini berasal dari kelatahan karyawan Microsoft yang menyebut nama aplikasi tersebut sebagai Program Windows (Jendela Program). Windows versi 2 adalah versi Windows pertama yang bisa diinstal program. Satu-satunya program yang bisa ditambahkan adalah Microsoft Word versi 1. Windows versi 3 menjanjikan aplikasi tambahan yang lebih banyak, kelengkapan penggunaan, kecantikan user interface atau antarmuka dan mudahnya konfigurasi.

Windows versi 3.1 adalah versi Windows yang bisa mengoptimalisasi penggunaannya pada prosesor 32-bit Intel 80386 ke atas. Windows versi 3.11 adalah versi Windows terahkir sebelum era Start Menu. Windows 3.11 pun adalah versi Windows pertama yang mendukung networking/jaringan. Versi Hibrida dapat dijalankan tanpa MS-DOS. Versi Hibrida tersebut menginstalasi dirinya sendiri dengan DOS 7. Tidak seperti Windows versi 16-bit yang merupakan shell yang harus diinstalasi melalui DOS terlebih dahulu. Aplikasinya pun berbeda. Meskipun Windows 9X dapat menjalankan aplikasi Windows 16-bit, namun Windows 9X memiliki grade aplikasi sendiri – X86-32, Windows 9X sangat terkenal dengan BSOD (Blue Screen of Death).

Awal-awal Versi Windows

1985 November – Windows 1.0

Versi pertama Microsoft Windows, yang disebut dengan Windows 1.0, dirilis pada tanggal 20 November 1985. Versi ini memiliki banyak kekurangan dalam beberapa fungsionalitas, sehingga kurang populer di pasaran. Pada awalnya Windows versi 1.0 ini hendak dinamakan dengan Interface Manager, akan tetapi Rowland Hanson, kepala bagian pemasaran di Microsoft Corporation, meyakinkan para petinggi Microsoft bahwa nama “Windows” akan lebih “memikat” konsumen. Windows 1.0 bukanlah sebuah sistem operasi yang lengkap, tapi hanya memperluas kemampuan MS-DOS dengan tambahan antarmuka grafis. Selain itu, Windows 1.0 juga memiliki masalah dan kelemahan yang sama yang dimiliki oleh MS-DOS.

Lebih jauh lagi, Apple yang menuntut Microsoft membuat Microsoft membatasi kemampuannya. Sebagai contoh, jendela-jendela di dalam Windows 1.0 hanya dapat ditampilkan di layar secara “tile” saja, sehingga jendela tersebut tidak dapat saling menimpa satu sama lainnya. Selain itu, tidak ada semacam tempat yang digunakan untuk menyimpan berkas sebelum dihapus (Recycle Bin), karena memang Apple berkeyakinan bahwa mereka memiliki hak terhadap paradigma tersebut. Microsoft pun kemudian membuang limitasi tersebut dari Windows dengan menandatangani perjanjian lisensi dengan Apple.

1987 Desember – Windows 2.x

Windows versi 2 pun muncul kemudian pada tanggal 9 Desember 1987, dan menjadi sedikit lebih populer dibandingkan dengan pendahulunya. Sebagian besar populeritasnya didapat karena kedekatannya dengan aplikasi grafis buatan Microsoft, Microsoft Excel for Windows dan Microsoft Word for Windows. Aplikasi-aplikasi Windows dapat dijalankan dari MS-DOS, untuk kemudian memasuki Windows untuk melakukan operasinya, dan akan keluar dengan sendirinya saat aplikasi tersebut ditutup.

Microsoft Windows akhirnya memperoleh peningkatan signifikan saat Aldus PageMaker muncul dalam versi untuk Windows, yang sebelumnya hanya dapat berjalan di atas Macintosh. Beberapa ahli sejarahwan komputer mencatat ini sebagai kemunculan sebuah aplikasi yang laku secara signifikan selain buatan Microsoft sebagai awal kesuksesan Microsoft Windows.

Windows versi 2.0x menggunakan model memori modus real, yang hanya mampu mengakses memori hingga 1 megabita saja. Dalam konfigurasi seperti itu, Windows dapat menjalankan aplikasi multitasking lainnya, semacam DESQview, yang berjalan dalam modus terproteksi yang ditawarkan oleh Intel 80286.

Windows 2.1x

Selanjutnya, dua versi yang baru dirilis, yakni Windows/286 2.1 dan Windows/386 2.1. Seperti halnya versi Windows sebelumnya, Windows/286 menggunakan model memori modus real, tapi merupakan versi yang pertama yang mendukung High Memory Area (HMA). Windows/386 2.1 bahkan memiliki kernel yang berjalan dalam modus terproteksi dengan emulasi Expanded Memory Specification (EMS) standar Lotus-Intel-Microsoft (LIM), pendahulu spesifikasi Extended Memory Specification (XMS) yang kemudian pada akhirnya mengubah topologi komputasi di dalam IBM PC. Semua aplikasi Windows dan berbasis DOS saat itu memang berjalan dalam modus real, yang berjalan di atas kernel modus terproteksi dengan menggunakan modus Virtual 8086, yang merupakan fitur baru yang dimiliki oleh Intel 80386.

Versi 2.03 dan kemudian versi 3.0 mendapatkan tuntutan dari Apple karena memang versi 2.1 ini memiliki modus penampilan jendela secara cascade (bertumpuk), selain beberapa fitur sistem operasi Apple Macintosh yang “ditiru” oleh Windows, utamanya adalah masalah tampilan/look and feel. Hakim William Schwarzer akhirnya membatalkan semua 189 tuntutan tersebut, kecuali 9 tuntutan yang diajukan oleh Apple terhadap Microsoft pada tanggal 5 Januari 1989.

Kesuksesan dengan Windows 3.0

Microsoft Windows akhirnya mencapai kesuksesan yang sangat signifikan saat menginjak versi 3.0 yang dirilis pada tahun 1990. Selain menawarkan peningkatan kemampuan terhadap aplikasi Windows, Windows 3.0 juga mampu mengizinkan pengguna untuk menjalankan beberapa aplikasi MS-DOS secara serentak (multitasking), karena memang pada versi ini telah diperkenalkan memori virtual. Versi ini pulalah yang menjadikan IBM PC dan kompatibelnya penantang serius terhadap Apple Macintosh. Hal ini disebabkan dari peningkatan performa pemrosesan grafik pada waktu itu (dengan adanya kartu grafis Video Graphics Array (VGA)), dan juga modus terproteksi/modus 386 Enhanced yang mengizinkan aplikasi Windows untuk memakai memori lebih banyak dengan cara yang lebih mudah dibandingkan dengan apa yang ditawarkan oleh MS-DOS.

Windows 3.0 dapat berjalan di dalam tiga modus, yakni modus real, modus standar, dan modus 386 Enhanced, dan kompatibel dengan prosesor-prosesor keluarga Intel dari Intel 8086/8088, 80286, hingga 80386. Windows 3.0 akan mencoba untuk mendeteksi modus mana yang akan digunakan, meski pengguna dapat memaksa agar Windows bekerja dalam modus tertentu saja dengan menggunakan switch-switch tertentu saat menjalankannya

win /r: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus real

win /s: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus standar

win /3: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus 386 Enhanced.

Versi 3.0 juga merupakan versi pertama Windows yang berjalan di dalam modus terproteksi, meskipun kernel 386 enhanced mode merupakan versi kernel yang ditingkatkan dari kernel modus terproteksi di dalam Windows/386.

Karena adanya fitur kompatibilitas ke belakang, aplikasi Windows 3.0 harus dikompilasi dengan menggunakan lingkungan 16-bit, sehingga sama sekali tidak menggunakan kemampuan mikroprosesor Intel 80386, yang notabene adalah prosesor 32-bit.

Windows 3.0 juga hadir dalam versi “multimedia“, yang disebut dengan Windows 3.0 with Multimedia Extensions 1.0, yang dirilis beberapa bulan kemudian. Versi ini dibundel dengan keberadaan “multimedia upgrade kit”, yang terdiri atas drive CD-ROM dan sebuah sound card, seperti halnya Creative Labs Sound Blaster Pro. Versi ini merupakan perintis semua fitur multimedia yang terdapat di dalam versi-versi Windows setelahnya, seperti halnya Windows 3.1 dan Windows for Workgroups, dan menjadi bagian dari spesifikasi Microsoft Multimedia PC.

Fitur-fitur yang disebutkan di atas dan dukungan pasar perangkat lunak aplikasi yang semakin berkembang menjadikan Windows 3.0 sangat sukses di pasaran. Tercatat, dalam dua tahun sebelum dirilisnya versi Windows 3.1, Windows 3.0 terjual sebanyak 10 juta salinan. Akhirnya, Windows 3.0 pun menjadi sumber utama pemasukan Microsoft, dan membuat Microsoft melakukan revisi terhadap beberapa rencana awalnya.

Beralih sementara ke OS/2

Selama pertengahan hingga akhir 1980an, Microsoft dan IBM bekerja sama dalam mengembangkan sebuah sistem operasi penerus DOS, yang disebut sebagai IBM OS/2. OS/2 dapat menggunakan semua kemampuan yang ditawarkan oleh mikroprosesor Intel 80286 dan mampu mengakses memori hingga 16 Megabyte. OS/2 1.0 dirilis pada tahun 1987, yang memiliki fitur swapping dan multitasking, selain tentunya mengizinkan aplikasi MS-DOS untuk berjalan di atasnya.

OS/2 versi 1.0 hanyalah sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks/command line saja. OS/2 versi 1.1 yang dirilis pada tahun 1988 menawarkan antarmuka grafis, yang disebut dengan Presentation Manager (PM). Presentation Manager ini menggunakan sistem koordinat yang sama dengan koordinat Cartesius, berbeda dengan sistem operasi Windows dan beberapa sistem GUI lainnya. Penggunaan sistem koordinat tersebut menyebabkan titik x,y 0,0 pada OS/2 diletakkan pada pojok kiri bawah layar, sementara pada Windows, peletakannya pada pojok kiri atas. OS/2 versi 1.2, yang dirilis pada tahun 1989, memperkenalkan sebuah sistem berkas baru, yang disebut dengan High Performance File System (HPFS), yang ditujukan untuk menggantikan sistem berkas File Allocation Table (FAT).

Pada awal-awal tahun 1990an, hubungan antara Microsoft dan IBM pun meregang akibat munculnya sebuah konflik. Hal ini dikarenakan mereka saling bekerja sama dalam mengembangkan sistem operasi komputer pribadi masing-masing (IBM dengan OS/2 dan Microsoft dengan Windows-nya), keduanya memiliki akses terhadap kode masing-masing sistem operasi. Microsoft menghendaki pengembangan lebih lanjut dari sistem operasi Windows buatannya, sementara IBM memiliki hasrat bahwa semua pekerjaan masa depannya haruslah dibuat berdasarkan sistem operasi OS/2. Dalam sebuah percobaan untuk mengakhiri konflik ini, IBM dan Microsoft akhirnya setuju bahwa IBM akan mengembangkan IBM OS/2 versi 2.0, untuk menggantikan OS/2 versi 1.3 dan Windows 3.0, sementara Microsoft harus mengembangkan sebuah sistem operasi baru, OS/2 versi 3.0, yang akan kemudian menggantikan OS/2 versi 2.0.

Persetujuan ini pun tidak berlangsung lama, sehingga hubungan IBM dan Microsoft pun dihentikan. IBM akhirnya melanjutkan pengembangan OS/2, sementara Microsoft mengganti nama sistem operasi OS/2 versi 3.0 (yang belum dirilis) menjadi Windows NT. Keduanya masih memiliki hak untuk menggunakan teknologi OS/2 dan Windows yang sudah dibentuk sampai pemutusan persetujuan; akan tetapi, Windows NT benar-benar ditulis sebagai sebuah sistem operasi yang baru dan sebagian besar kode bebas dari kode IBM OS/2.

Setelah versi 1.3 dirilis untuk untuk membenarkan beberapa masalah dalam OS/2 versi 1.x, IBM akhirnya merilis OS/2 versi 2.0 pada tahun 1992. Versi 2.0 ini menawarkan peningkatan yang signifikan, yakni sebuah GUI berorientasi objek, yang disebut dengan Workplace Shell (WPS), yang mencakup di dalamnya sebuah dekstop dan dianggap oleh banyak orang merupakan fitur terbaik di dalam OS/2. Microsoft pun akhirnya “menjiplak” beberapa elemen dari Workplace Shell pada sistem operasi Windows 95 yang dirilis tiga tahun kemudian. Versi 2.0 juga menawarkan API yang mendukung penuh instruksi 32-bit milik Intel 80386, sehingga menawarkan fitur multitasking yang bagus dan mampu mengalamatkan memori hingga 4 gigabyte. Meskipun demikian, banyak hal di dalam internal sistem masih menggunakan kode 16-bit, yang mengharuskan device driver juga harus ditulis dengan menggunakan kode 16-bit juga, selain tentunya beberapa hal internal lainnya. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa OS/2 kekurangan driver perangkat keras. Versi 2.0 juga mampu menjalankan aplikasi DOS dan Windows 3.0, karena memang IBM juga masih memiliki hak untuk menggunakan kode DOS dan Windows setelah “perceraian” hubungan antara mereka.

Pada saat itu, memang tidak jelas siapa yang menjadi pemenang dalam perlombaan yang disebut “Desktop Wars“, akan tetapi pada akhirnya OS/2 tidak mampu mendapatkan pangsa pasar yang cukup meskipun IBM pada akhirnya merilis beberapa versi OS/2 yang jauh lebih hebat lagi setelah versi 2.0 ini.

Munculnya dualisme: Windows 3.1 turun ke pasar rumahan dan Windows NT turun ke pasar korporat

Logo yang digunakan oleh Microsoft Windows dari 1992 hingga 2000

Windows 3.1

Tampilan ruangan kerja Windows 3.x

Sebagai respons dari dirilisnya IBM OS/2 versi 2.0 ke pasaran, Microsoft mengembangkan Windows 3.1, yang menawarkan beberapa peningkatan minor terhadap Windows 3.0 (seperti halnya kemampuan untuk menampilkan font TrueType Fonts, yang dikembangkan secara bersama-sama dengan Apple), dan juga terdapat di dalamnya banyak sekali perbaikan terhadap bug dan dukungan terhadap multimedia. Versi 3.1 juga menghilangkan dukungan untuk modus real, sehingga hanya berjalan pada modus terproteksi yang hanya dimiliki oleh mikroprosesor Intel 80286 atau yang lebih tinggi lagi. Microsoft pun pada akhirnya merilis Windows 3.11, yang merupakan versi Windows 3.1 yang mencakup semua tambalan dan perbaikan yang dirilis setelah Windows 3.1 diluncurkan pada tahun 1992.

Windows for Workgroups

Kira-kira pada waktu yang sama, Microsoft merilis Microsoft Windows for Workgroups, yang tersedia baik sebagai tambahan untuk Windows 3.1 dan sebagai sebuah versi yang tercakup di dalamnya lingkungan dasar Windows dan tambahan kemampuan jaringan di dalam sebuah paket. Windows for Workgroups mencakup driver jaringan komputer dan stack protokol yang lebih baik, dan juga mendukung jaringan secara peer-to-peer. Salah satu download opsional untuk Windows for Workgroups adalah stack protokol TCP/IP dengan nama kode “Wolverine“, yang mengizinkan akses ke Internet melalui jaringan korporat. Windows for Workgroups dirilis dalam dua versi, Windows for Workgroups 3.1 dan Windows for Workgroups 3.11. Tidak seperti versi-versi Windows sebelumnya, Windows for Workgroups 3.11 hanya berjalan di dalam modus 386 Enhanced, dan membutuhkan setidaknya mesin dengan prosesor Intel 80386SX.

Semua versi tersebut terus menerus meningkatkan laju penjualan Windows versi 3.x. Meskipun Windows 3.1x masih memiliki banyak kekurangan, yang sebelumnya telah dikoreksi oleh OS/2, seperti nama berkas yang panjang (melebihi 11 karakter, dalam format 8.3), desktop, atau proteksi sistem terhadap kelakuan aplikasi yang tidak diinginkan, Microsoft secara cepat mengambil alih pasar GUI di pangsa pasar desktop untuk IBM PC dan kompatibelnya. Windows API pun menjadi standar de-facto untuk perangkat lunak konsumen.

Windows NT

Selama waktu itu, Microsoft terus melanjutkan pengembangan sistem operasi yang barunya, yang disebut dengan Windows NT. Arsitek utama dari Windows NT adalah Dave Cutler, yang merupakan salah satu dari pemimpin arsitek sistem operasi VMS di perusahaan Digital Equipment Corporation (DEC), yang kemudian dibeli oleh Compaq yang sekarang bagian dari Hewlett-Packard. Microsoft merekrut Cutler pada tahun 1988 untuk membuat sebuah versi OS/2 yang bersifat portabel, tapi akhirnya Cutler malahan membuat sistem operasi baru.

Sebelum pindah ke Microsoft, Cutler sebenarnya sedang membuat sebuah sistem operasi penerus VMS di DEC, yang disebut dengan Mica. Dan pada saat petinggi DEC menggagalkan proyek tersebut, ia keluar dari DEC dan membawa banyak pekerja ahli bersamanya ke Microsoft. DEC memiliki keyakinan bahwa Cutler membawa kode Mica untuk digunakan oleh Microsoft dan menuntutnya. Akhirnya, Microsoft pun kalah dan pada akhirnya disuruh membayar 150 juta dolar Amerika dan memiliki kesepakatan untuk mendukung chip CPU baru buaan DEC, DEC Alpha, yang kala itu tercatat sebagai sebuah chip tercepat, agar dapat berjalan di dalam Windows NT.

Windows NT 3.1 (bidang pemasaran Microsoft menghendaki Windows NT agar terlihat sebagai kelanjutan dari Windows 3.1) akhirnya muncul pertama kali dalam bentuk Beta bagi para pengembang perangkat lunak pada bulan Juli 1992 dalam sebuah perhelatan Professional Developers Conference (PDC) yang dilangsungkan di San Fransisco, California, Amerika Serikat. Microsoft juga mengumumkan keinginannya untuk mengembangkan sebuah sistem operasi penerus bagi Windows NT sekaligus juga pengganti Windows 3.1 pada konferensi tersebut (yang diberi nama kode Chicago), yang kemudian akan menyatukan keduanya ke dalam sebuah sistem operasi yang padu. Sistem operasi tersebut diberi nama Cairo.

Ternyata Cairo merupakan sebuah proyek yang lebih rumit dibandingkan apa yang telah diantisipasi oleh Microsoft, dan hasilnya NT dan Chicago tidak “bersatu” sampai Windows XP diluncurkan. Selain itu, bagian-bagian Cairo belum muncul di dalam sistem operasi Microsoft Windows hingga saat ini. Contohnya adalah subsistem WinFS, yang merupakan implementasi dari Object File System di dalam Cairo, memang sempat dikerjakan oleh Microsoft dalam beberapa waktu, tapi pada akhirnya Microsoft mengumumkan bahwa mereka menghentikan pengembangan WinFS dan akan menggabungkan teknologi yang dikembangkan untuk WinFS di dalam produk dan teknologi Microsoft yang lainnya, khususnya adalah Microsoft SQL Server.

Dukungan device driver untuk Windows NT juga kurang begitu banyak karena memang mengembangkan driver untuk Windows NT dianggap rumit oleh beberapa pengembang, selain tentunya Windows NT juga memiliki superioritas dalam model abstraksi perangkat kerasnya. Masalah ini telah menghantui semua versi Windows NT hingga Windows NT 5.0 (Windows 2000) keluar ke pasaran. Para programmer pun mengeluh bahwa mengembangkan device driver untuk Windows NT adalah sesuatu hal yang rumit, dan para pengembang perangkat keras juga tidak mau mengambil risiko untuk mengembangkan device driver untuk sebuah sistem operasi yang memiliki pangsa pasar terbatas. Selain itu, meskipun Windows NT menawarkan performa yang baik dan mampu mengekspolitasi sumber daya sistem secara lebih efisien, dalam beberapa sistem dengan perangkat keras terbatas, Windows NT dianggap sebagai sistem yang boros sumber daya. Hal ini mengakibatkan munculnya opini publik bahwa Windows NT hanya cocok untuk mesin-mesin yang besar dan juga jauh lebih mahal (seperti halnya workstation dengan DEC Alpha atau Intel Pentium yang kala itu memang masih baru). Windows NT juga tidak dapat bekerja untuk pengguna pribadi karena kebutuhan sumber dayanya yang tinggi. Selain itu, GUI yang digunakannya hanyalah salinan dari GUI Windows 3.1, yang masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Workplace Shell milik OS/2, sehingga alasan Windows NT merupakan pengganti bagi Windows 3.1 tidaklah masuk akal.

Akan tetapi, fitur-fitur tersebutlah yang membuat Windows NT pilihan yang sempurna untuk pangsa pasar server jaringan lokal (LAN), yang pada tahun 1993 sedang mengalami booming besar-besaran, seiring dengan komoditas jaringan di dalam kantor telah meningkat secara drastis. Fitur-fitur jaringan dalam Windows NT menawarkan beberapa pilihan konektivitas jaringan yang luas dan juga tentunya sistem berkas NTFS yang efisien. Windows NT 3.51 merupakan primadona Microsoft saat terjun ke pasar ini, yang kemudian mengambil alih sebagian besar pangsa pasar yang sebelumnya dimiliki oleh Novell Netware beberapa tahun ke depan.

Salah satu peningkatan terbesar dari Windows NT adalah Application Programming Interface (API) 32-bit yang baru, yang dibuat untuk menggantikan Windows API 16-bit yang sudah lama. API 32-bit ini dinamakan dengan Win32 API, dan dari sanalah Microsoft menyebut API 16-bit yang l

Comments Off